 |
Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian
-- Amsal 29:23 |
|
 |
 |
We have 4 guests and 0 members online
You are an anonymous user. You can register for free by clicking here
|
|
 |
|
 |
Posted by: mangucup on Monday, November 30, 2009 - 12:24 AM
|
 |
 |
|
Baptis terhadap bayi dan anak-anak itu selainnya ngawur adalah penyesatan, karena tidak alkitabiah. Orang hanya boleh dibaptis apabila orang tersebut mampu menunjukkan bahwa dirinya beriman. Mana mungkin anak-anak atau bayi dapat menunjukkan dirinya sudah beriman wong ngomong ajah belum bisa. Tuh baca alkitab dari awal s/d akhir, tidak ada satu ayatpun yang mendukung ataupun mencantumkan mengenai baptisan anak atau bayi.
Bukankah, mereka yang melakukan baptis anak/bayi, sebenarnya hanya ingin safety play saja, seandainya terjadi sesuatu dengan sang anak minimum sudah dapat pasport dan visa entry permit ke sorga. Padahal baptisan tidak akan bisa menyelamatkan sang anak/bayi. Ini namanya penyesatan tulen!
Argumentasi inilah yang pada umumnya diberikan oleh aliran celupis yang kekeh jumekeh menentang keras baptisan bayi/anak. Ayat-ayat yang mendukung argumentasi mereka bisa dibaca Kis 2:41, Kis 8:37
Memang harus diakui, bahwa tidak ada satu ayat pun yang mencantumkan secara khusus dalam Alkitab mengenai baptisan anak. Dalam Alkitab ada tiga peristiwa dimana mereka melakukan baptisan untuk seluruh keluarga (Kis 16:15, Kis 16:33, 1Kor 1:16) adakah yang bisa menjamin, bahwa di dalam keluarga tersebut tidak ada anak ataupun bayi? Perkataan seluruh keluarga otomatis sudah termasuk anak ataupun bayi yang ada di dalam keluarga tersebut.
Disamping itu di Alkitab pun tidak dicantumkan adanya perempuan yang melakukan Perjamuan Kudus, apakah karena itu juga; mereka tidak diperkenankan untuk turut Perjamuan Kudus. Begitu juga umat Kristen memegang doktrin Tritunggal, tetapi sayangnya perkataan Tritunggal itu ora ono alias tidak ada dalam Alkitab.
Kenapa orang Kristen tidak disunat, seperti Musa ataupun Abraham? Padahal sunat itu begitu penting bagi Tuhan, sehingga Musa saja hampir dibunuh oleh Allah, karena ia lalai menyunat anaknya (Kel 4:24-26).
Masalahnya sunat itu bagi umat Kristen sudah dihapus (Kis 15:1-2, Kis 21:21, Gal 2:3-5, Gal 5:2-6, Gal 6:12-15) dan diganti dengan baptisan (Kol 2:11-12).
Perlu diketahui dalam Perjanjian Lama, sunat dilakukan terhadap bayi usia delapan hari (Kej 17:9-14). Maka dari itu apabila sunat wajib dilakukan terhadap bayi, kenapa baptisan terhadap bayi harus dilarang? Bukankah ini bodor?
Alkitab mengajarkan kita dengan jelas bahwa BAPTIS itu adalah MATERAI yang menggantikan SUNAT, jadi wajarlah apabila untuk ini tidak perlukan perintah baru lagi ataupun pencantuman khusus dalam Alkitab. Agar umat Kristen juga wajib membaptis anak-anak mereka seperti juga keturunan Abraham menyunat anak-anaknya. Apakah Anda akan dikutuk apabila membaptis bayi/anak sedangkan dilain pihak Abraham menyunat bayi dalam usia delapan hari? Saya yakin haqul yakin tidak!
Begitu juga sama bodor dan lucunya orang yang menganjurkan apabila Anda dibaptis pada saat masih kecil/bayi, maka wajib dibaptis ulang. Anjuran demikian sama seperti apabila Anda sudah disunat pada saat bayi, maka ketika dewasa wajib disunat ulang. Cobalah hal ini Anda utarakan pada mereka yang pernah disunat, agar mereka diwajibkan sunat ulang, kalau tidak di gaplok saja udah bagus.
Mang Ucup
Email: mang.ucup<at>gmail.com
Homepage: www.mangucup.org
|
|
 |
 |
|
 |
| |
|
| Baptisan Anak itu Ngawur dan Sesat? | Login/Create an account | 18 Comments |
|
| | Comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content. |
|
|